Abdul Rakhman Kades Terpilih Minta Sekda Batanghari Tinjau Ulang SK Pembatalan Hasil Pilkades Simpang Aur Gading

 

 

Batanghari.Jambi Seru– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Batanghari menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pengaduan calon kepala desa Simpang Aur Gading, Abdul Rakhman terkait surat keputusan Sekretaris Daerah (Sekda) Batanghari Nomor 03 Tahun 2023 tentang Pembatalan Hasil Pemilihan Kepala Desa Simpang Aur Gading, Kecamatan Batin XXIV, Rabu (25/01/2023).

Rapat dengar pendapat tersebut dilakukan karena calon kades Simpang Aur Gading tersebut merasa mendapatkan ketidakadilan dari surat keputusan yang diterbitkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Batanghari selaku Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa tingkat Kabupaten.

Rapat yang dilaksanakan di Ruangan Banggar DPRD Batanghari tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I dan II DPRD Kabupaten Batanghari beserta seluruh anggota komisi, Asisten I Setda Batanghari, Kadis PMD beserta sekretaris, Camat Batin XXIV beserta Sekretaris, para calon kades, PPS Desa dan tamu undagan lainnya.

Dalam rapat tersebut, pimpinan rapat mempersilahkan satu per satu pihak untuk menjelaskan proses pelaksanaan Pilkades Simpang aur Gading tersebut.

Pihak pertama yang dimintai untuk berbicara adalah Kades Terpilih Abdul Rakhman, menyebutkan dirinya merasa dirugikan dengan dikeluarkannya surat dari dari Sekda Batanghari pada 09 Januari 2023 tentang pembatalan hasil Pilkades pada 21 Desember 2022 lalu.

“Sayo selaku perolehan suara terbanyak sangat dirugikan, padahal permasalahan tersebut sudah selesai baik dari tingkat PPS hingga PPK Kecamata. Namun, diujung acara ado pula yang tidak setuju dengan hasil yang telah ditetapkan oleh PPS Desa Simpang Aur Gading,” kata Abdul Rakhman.

Dikatakan Abdul Rakhman, setelah mendapatkan surat tersebut dirinya mencoba mengadukan hal tersebut ke DPRD Batanghari dengan mengirkan surat.

“Kareno sayo nilai, pak sekda keliru dengan mengeluarkan surat tersebut. Sayo berharap dapat bertemu langsung, kareno sayo nilai pak sekda mengeluarkan surat keputusan tersebut tidak tepat, karena pak sekda sendiri sudah turun ke lapangan. Sayo harap hari ini ada titik temu dari permasalahn ini,” ujarnya.

Disebutkan Abdul Rahkman, dirinya meminta sekda Batanghari kembali mengkroscek surat yang telah dikeluarkan tersebut.

“Kareno sayo tidak mau ado hal berkelanjutan ke depan dan jangan sampai masyarakat jadi korban,” katanya.(riz)

Pos terkait