Komisi V DPR RI, Gubernur Jambi Harus Berani Ajukan Pencabutan IUP Batu Bara ke Kementrian ESDM

Para Anggota Komisi V DPR RI Saat Berkunjung ke Serambi Rumah Dinas Bupati Batanghari

Batanghari.Jambi Seru– Anggota Komisi V DPR RI yang berkunjung ke Bumi Serentak Bak Regam, dalam diskusi yang dilakukan di Serambi Rumah Dinas Bupati Batanghari menyarankan kepada pemerintah daerah untuk dapat bertindak tegas terhadap para pengusaha tambang dan transportasi batu bara.

Hal tersebut disampaikan satu persatu oleh anggota Komisi V DPR RI kepada Wakil Gubernur Jambi dan Bupati Batanghari dalam diskusi yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra Sudewo menyebutkan, dirinya merasa prihatin dengan apa yang terjadi di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Batanghari ini. Kalau bicara soal tambang batu bara, di daerah lain juga banyak, tapi sikap perushaannya tidak seperti di tempat ini.

“Persoalan ini sudah terjadi puluhan tahun di sini, sekarang pertanyaannya sudah sejauh mana tambang yang berjalan ini memberikan manfaat kepada Jambi, Batanghari dan daerah lain yang dilaluinya?. Kalau tidak ada manfaatnya, Provinsi Jambi hanya jadi lahan ekploitasi kekayaanya oleh pihak tertentu,” kata anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Sudewo.

Disebutkan Sudewo, pemerintah sudah ada ruang untuk menagakkan aturan. Namun, kenapa hal itu tidak dilakukan, jangan sampai pemerintah daerah hanya bias sekedar mengeluh saja.

Menurut Sudewo, pemerintah sudah ada ruang untuk menegakkan aturan, namun kenapa hal itu tidak dilakukan, jangan sampai pemerintah daerah hanya bisa sekedar mengeluh saja.  Undang-undang ada, Per-Men ada. Kalau tidak memberikan manfaat apa-apa baik dari aspek ekonomi maupun keselamatan nyawa warganya, lebih baik tutup saja.

“Saya sering kali mendapatkan laporan sering terjadi kecelakaan. Satu nyawa sangat berharga, apalagi banyak nyawa yang jadi korban. Lebih baik gubernur tegas, stop batubara, minta kementerian ESDM cabut izin pemilik IUP. Dalam hal ini Gubernur Jambi dituntut untuk tegas,” sebutnya.(riz)

Pos terkait