Segera Ambil Tindakan Pemerintah Bentuk TGIPF Usut Tragedi Kanjuruhan

Menko Polhukam Saat Menggelar Konferesensi Pers
Menko Polhukam Saat Menggelar Konferesensi Pers

Batanghari– Setelah insiden berdarah di Stadion Kanjuruhan Malang, pemerintah akhirnya mengabil tindakan atas kejadian yang menelan ratusan nyawa tersebut.

Selama tiga hari ke depan Pemerintah akan melakukan investigasi atas kejadian tersebut.

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) telah dibentuk dan langsung dipimpin oleh Menko Polhukam mahfud MD.

Dikutip dari laman Suara.com,(Media Partner Jambiseru.com),dengan artikel berjudul”Pemerintah Bentuk TGIPF, Usut Tragedi Kanjuruhan Berdarah Hingga Tiga Pekan Ke Depan“,”Pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta atau TGIPF yang akan dipimpin langsung oleh Menko Polhukam,” kata Mahfud, Senin (3/10/2022).

“Itu yang tugasnya kira-kira akan bisa diselesaikan diupayakan selesai dalam 2 atau 3 minggu ke depan,” tambahnya.

Mahfud menuturkan kalau anggota TGIPF akan ditetapkan paling lama 24 jam ke depan. Menurut Mahfud, anggota TGIPF akan diisi oleh pejabat atau perwakilan kementerian terkait, organisasi profesi olahraga sepak bola, pengamat, akademisi dan media massa.

Di sisi lain, Polri diminta untuk melakukan langkah jangka pendek dengan segera mengungkap pelaku yang terlibat tindak pidana. Namun Mahfud tidak menjelaskan pelaku apa yang dimaksud.

“Tentunya sudah mulai dilakukan supaya segera diumumkan siapa pelaku pidana dari ini yang sudah memenuhi syarat untuk segera ditindak,”tegasnya

Selain itu, Polri juga diminta untuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan keamanan di daerah setempat.

Mahfud menambahkan bahwa Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa juga diminta untuk segera mengusut anggotanya yang kedapatan melakukan tindak kekerasan terhadap penonton di stadion. Hal itu merujuk kepada potongan-potongan video yang beredar di media sosial.

“Kepada Panglima TNI diminta melakukan tindakan cepat sesuai dengan aturan yang berlaku karena di dalam video-video yang beredar ada juga yang nampaknya melakukan tindakan berlebih dan di luar kewenangannya. Apakah video itu benar atau tidak, Panglima TNI akan segera meneliti dan mengumumkannya kepada kita semua,” imbuhnya.(Suara/riz)

Pos terkait